KEMENDUKBANGGA/BKKBN --- Jauh di utara Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, terbentang sebuah wilayah yang sunyi namun sarat makna: Kecamatan Paminggir. Di sinilah air bukan sekadar latar kehidupan, tetapi menjadi nadi yang menggerakkan segalanya—dari aktivitas ekonomi, sosial, hingga budaya.
Paminggir dikenal sebagai salah satu wilayah 3T — Terdepan, Terpencil, dan Terisolir. Letaknya yang berada di ujung kabupaten membuat akses menuju daerah ini tidaklah mudah. Jika ditempuh sepenuhnya melalui jalur darat, jaraknya mencapai sekitar 206 kilometer dari Amuntai, ibu kota kabupaten. Namun, jalur itu jarang digunakan karena medannya sulit dan memakan waktu sangat lama.
Sebagai gantinya, masyarakat lebih banyak menggunakan jalur kombinasi darat dan air. Dari Amuntai ke Danau Panggang, perjalanan menempuh jarak 20,5 kilometer melalui darat. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan speedboat sejauh 13,5 kilometer menuju Paminggir. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit, menyusuri hamparan rawa yang tenang dan perkampungan yang tampak terapung di atas air.
Pemandangan di sepanjang perjalanan begitu khas: rumah-rumah panggung berjajar di tepi rawa, perahu kecil melintas membawa hasil tangkapan ikan, dan anak-anak melambai ceria dari dermaga kayu. Bagi masyarakat Paminggir, air adalah sahabat setia—menjadi jalan, sumber penghidupan, dan bagian dari keseharian yang tak terpisahkan.
Namun di balik keindahan itu, tantangan pelayanan publik, terutama bidang kesehatan dan keluarga berencana (KB), masih terasa nyata. Akses geografis yang sulit membuat jangkauan layanan belum semudah di wilayah lain.
Data Pendataan Keluarga 2024 menunjukkan bahwa persentase unmet need atau kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi di Paminggir mencapai 13%, tertinggi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kabupaten (7%) maupun rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan (8%).
• Hadir di Tengah Masyarakat
Untuk itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Hulu Sungai Utara terus berupaya hadir langsung di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi dan KB, serta pelayanan KB langsung, BKKBN berkomitmen agar masyarakat di wilayah terpencil seperti Paminggir tetap mendapatkan hak dan informasi yang sama mengenai kesehatan keluarga.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja. Bagi masyarakat setempat, kehadiran petugas dari BKKBN menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir—menembus keterpencilan, membawa pengetahuan, dan membuka akses layanan bagi keluarga-keluarga di pelosok.
Di antara riak air dan jalan berliku, semangat itu terus mengalir. Karena bagi masyarakat Paminggir, jarak bukanlah penghalang untuk maju—melainkan bagian dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih baik.*
Penulis: Rini Pratiwi
Foto: BKKBN Kalsel
Editor: Humas/Media Center Pusat*